Minggu, 06 Maret 2011

Bagaimana implementasi KBK di Perguruan Tinggi Anda?

Implementasi KBK (Kurikulum berbasis kompetensi) tampaknya masih merupakan hal yang perlu dikaji ulang di perguruan tinggi kesehatan, terutama di bidang keperawatan. Rapuhnys sistem perguruan tinggi, dukungan pimpinan yang belum optimal, rendahnya sumber daya di perguruan tinggi, kurangnya pemahaman fasilitator akan kompetensi menjadi akar penyebab beberapa perguruan tinggi kesehatan masih enggan untuk menerapkan kurikulum berbasis kompetensi.

Ada anggapan ketika menerapkan kurikulum berbasis kompetensi biaya akan melonjak bisa dua kali lipat?.. masih khawatir akan hasilnya?.. alasan-alasan tersebut tidaklah masuk akal? yang PALING PENTING DAN MENDESAK ADALAH dunia kesehatan sekaran ini sudah berubah dengan sangat cepat; bukan saatnya lagi anak didik kita diberikan sesuatu yang tidak dapat digunakan untuk MENYIAPKAN KOMPETENSI YANG BISA DIPAKAI DALAM PERJALAN HIDUP MENUJU TUJUAN YANG HENDAK DICAPAI OLEH MEREKA.

Kompetensi mahasiswa, sekarang perlu mendapatkan perhatian yang sangat serius, dunia online sudah meraja lela, mahasiswa sudah bisa mendapatkan informasi secara lengkap lebih dari yang dimiliki oleh dosen, Alangkah besar kelirunya seandainya ada dosen yang masih memberikan materi dengan begitu banyak cara diberikan secara klasikal tentang sebuah teori tertentu. Mahasiswa dalam waktu 1 menit katakanlah mencari tentang definisi tertentu dari internet, akan menemukan puluhan, ratusan bahkan mungkin ribuan.. tentang definisi tersebut. dosen akan tertinggal dalam dunia pengetahuan.

Nah... ini merupakan salah satu dari sekian banyak hal tentang impelentasi KBK, sudah saatnya perguruan tinggi kesehatan, menerapkan lebih dari sekedar tentang KBK, tapi menurut saya; segera merubah model pembelajaran, strategi pembelajaran untuk mencapai kompetensi mahasiswa, meskipun dalam perjalanannya banyak persoalan. Namun perlu disadari persaingan di era sekarang, lihatlah keluar .. perubahn lingkungan terus berubah dengan cepat jangan bekali mahasiswa dengan kemungkinan ilmu yang akan udzur pada 5 atau 10 tahun yang akan datang.

Tidak ada komentar: